



















Ketika kita mengenangnya sebagai suatu kisah yang tidak dipisahkan dari roda kehidupan, arti sahabat adalah bagian dari seikat bunga yang akan selalu terasa mekar dihati dan wangi harumnya yang akan terus membasuh lembaran memory menjadi suatu kenangan yang akan tumbuh dan terus kekal menjadi abadi.
Akhir dari perjumpaan yang terasa baru, menyisakan palung keraguan bahwa hal yang menjadikan cita-citamu belum terwujud membiaskan akan peristiwa apa yang terjadi.
sahabatku,
Bagaimana engkau bercerita akan janji-janjimu, cerita tentang keinginanmu, dan beberapa hal mendasar yang menjadikan engkau tetap tegar dalam menjalani hidup, akan tetap menjadi pembelajaran buatku.
hasrat dan semangatmu yang akan selalu menjadi kekuatan untuk diriku belajar menjadi seseorang yang tabah.
sahabatku,
Sangat lepas dan jelas diriku untuk mengenang bagaimana kita berdua duduk bersama, bercerita, bercanda, dan mempelajari bagaimana susahnya menjadi seseorang yang bercita-cita untuk berbakti kepada orang tua. ketulusanmu membuatku mengerti apa itu cita-cita.
sahabatku,
Tiada hal terindah yang bisa kita lewatkan untuk kembali mengenangmu dan menjadikanmu menjadi suatu bagian dari perjalananku. terima kasih telah menjadi bagian keluargaku dan mengisinya menjadi suatu bagian yang indah.
sahabatku,
Mengenangmu kembali adalah belajar tentang keceriaan menikmati hidup, belajar tentang semangat hidup, belajar tentang cinta dan empati pada sesama, belajar tentang indahnya persahabatan, juga belajar tentang pemaknaan atas keagungan-Nya. Aku hargai itu.. terima kasih sobat.

Selamat jalan kawan, selamat memulai kehidupan yang abadi disana.
Rest in Peace Bagus Suwasono my Beloved Friends
We thought of you with Love today,
But that is nothing new really.
We thought about You yesterday,
And days before that too.
We think of you in silence,
We often speak your name.
Now all we have is memories,
And your picture in a frame.
Your memory is our keepsake,
Which we’ll never part with.
God has you in his keeping,
And we have you in our Hearts
With aStickyPostOrderER you can customize the order of appearance of posts per category, per tag - or over-all - in a WordPress (versions 2.3+) blog. Useful for using WordPress as a Content Management System (C.M.S.).
NB! This will only work with WordPress 2.3+! DownloadDownloads and latest version now via the official WordPress plugins repository.
Thanks
I love my team ! … i love BOC ! and i love my clients, also surely in some part i’m a bit ‘crazy’ in running a business. Hmmm meibi yes or meibi no. But, to do a business is only need an Action … Action … etc … Action !!. So here we come, our ACTION ! :
DAPATKAN DOMAIN NAME GRATIS … TIS TIS dari perusahaan Hosting Indonesia, Bali Orange Communications aka BOC!. Syarat dan ketentuan :
Cara mendapatkan/tata cara order DOMAIN NAME GRATIS :
Ada yang sesuatu yang hanya untuk diketahui, ada sesuatu yang hanya untuk dirasakan, dan ada sesuatu yang untuk diketahui dan juga dirasakan.
Ingin merasakan sesuatu yang hanya untuk diketahui, adalah kesia-siaan.
Demikian juga ingin mengetahui sesuatu yang hanya untuk dirasakan.
Anehnya adalah, kecenderungan ingin merasakan yang diketahui dan juga mengetahui yang dirasakan sangat besar.
Inilah yang menimbulkan rasa panasaran dan kegelisahan.
Seorang anak kecil bertanya pada ayahnya, “Ayah, dapatkah kau jelaskan apakah politik itu???
Ayah berkata, “Nak, aku akan menjelaskan seperti ini:
Aku adalah pencari nafkah bagi keluarga, jadi sebutlah aku KAPITALISME.
Ibumu, dia adalah pengatur keuangan, sehingga kita sebut dia PEMERINTAH.
Kami disini untuk memenuhi kebutuhanmu sehingga kau kita sebut RAKYAT.
Bibi pembantu kita anggap sebagai BURUH.
Sekarang adikmu yang masih bayi, kita sebut dia MASA DEPAN.
Sekarang pikirkanlah hal ini dan pertimbangkanlah apakah ini masuk akal bagimu.
Anak tersebut masuk ke kamarnya dan memikirkan apa yang barusaja dikatakan, ayahnya.
Tengah malam, dia mendengar adiknya menangis, lalu dia bangun dan, memeriksanya, dan dia menemukan adiknya basah kuyup dan kotor karena adiknya, pipis dan buang air besar.
Anak itu lantas pergi ke kamar orang tuanya dan, melihat ibunya sedang tidur nyenyak dan mendengkur. Dia tak ingin membangunkan, ibunya, karenanya, ia pergi ke kamar pembantu. Pintunya terkunci, dan dia, mengintip dari lubang kunci dan melihat ayahnya sedang bercinta dengan si, pembantu. (Wew)
Dia menyerah dan kembali ke kamarnya.
Pagi berikutnya, anak kecil itu berkata pada ayahnya, “Kurasa sekarang aku, mengerti apa itu politik.”.
Ayah menjawab, “Bagus, Nak, ceritakan padaku pendapatmu tentang politik.”
Si anak segera menjawab, “Ketika Kapitalisme sedang memanfaatkan Buruh, Pemerintah tidur, Rakyat terabaikan dan Masa depan berada dalam kesulitan besar.
Cerita diatas terpublikasi dalam milis Bali Blogger Community.
Acara nonton tv ketika kami didudukan bersama didepan sebuah layar yang menyuguhkan adegan perang-perangan dan kekerasan yang berlandaskan RAS tertentu, bakal dipastikan akan muncul mimik muka yang tersenyum atau malah tertawa. begitulah yang terjadi ketika kami dalam satu rumah munggil sedang bersantai melihat tv keluarga yang menyuguhkan adegan-adegan seperti diatas.
rumah munggil kami hanyalah gubuk yang dengan keyakinan kesederhaan dan kebersamaan, kami bisa membangun suatu kelompok yang saling berbagi dalam lingkungan keluarga. untuk sebagian orang, rumah kami sering disebut-sebut sebagai rumah yang campur aduk dalam berbagai urusan. termasuk didalam hal urusan mendasar manusia yaitu agama. entah kenapa oleh kedua orang tua kami, dari kecil kami dididik untuk mengenal bagaimana menghargai dan menjunjung tinggi hak orang perorang dalam wilayahnya masing-masing.
ternyata ketika saya sadari bahwa dalam hal prinsip, setiap orang mempunyai tanggung jawab sendiri-sendiri. entah dengan siapa orang tersebut akan menyerahkan tanggung jawabnya, yang pasti, orang lain tentu tidak akan turut campur dalam hal tersebut.
dan disitulah dalam ranah kekeluargaan, orang tua kami tidak pernah memaksa untuk mengikuti suatu ikhwal tertentu dari suatu ajaran tingkah laku yang dituangkan dalam ajaran agama.
kami dari kecil diperbolehkan untuk memilih sesuai nurani kami. kebebasan yang sebebas-bebasnya seperti cerita dari adik-adik menurut orang tua kami. mereka bermain bersama teman-temannya, dan pada suatu kondisi menjelang sore. teman-temannya tersebut membubarkan diri satu persatu. ceritanya mereka mencari tahu kenapa mereka pada pulang menjelang mahgrib. dan ikutlah mereka bersama temannya yang ternyata mereka bertujuan untuk ke mushola untuk mengaji.
dilain tempat, ibu sudah khawatir dengan kedua putra putrinya yang belum juga pulang dari main ketika malam semakin gelap.
selepas mengikuti teman-temannya untuk beraktifitas di mushola, dua orang ceria ini berlarian masuk kedalam rumah dengan masing-masing satu permintaan. yang satu minta sajadah dan kopiah, yang satunya lagi berharap dibelikan rukok dan sajadah. sedangkan ekpresi bapak-ibu melihat kedua anaknya yang merengek-rengek minta sesuatu tersebut hanya mengiyakan.
ternyata setelah mereka berdua makan, bapak dengan dandanan rapi sudah duduk diatas motor untuk berangkat membelikan keperluan yang mereka minta.
kehangatan bagaimana kami berbagi juga tercermin dari bagaimana kami merayakan hari raya masing-masing. ketika musim lebaran tiba, kedua orang tua kami sudah pasti membelikan semua anak-anaknya baju baru. tanpa membedakan siapa yang merayakan, kami sekeluarga akan berkumpul dan bersama-sama merayakan lebaran.
begitu juga ketika hari raya galungan atau kuningan. dengan sabarnya ibu akan membantu bagaimana kami memakai selendang dan baju beserta mempersiapkan perlengkapan ke pura.
terkadang kami bersama-sama berangkat dan diakhiri dengan menonton drama gong khas bali yang selalu ada di setiap perayaan hari raya di pura blambangan yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah kami.
dan untuk saat ini, hanya kebersamaan dan kebahagiaan yang selalu kami jaga. keberagaman membuat kami saling belajar bagaimana kami bertanggung jawab terhadap diri kami sendiri dan nilai tersebut malah semakin membuat bagaimana kami mengerti akan esensi ajaran tingkah laku yang dituangkan dalam ajaran kitab suci.
Selamat belajar kawan..
Oleh: I Wayan “Gendo” Suardana, SH.
Aktivis Mahasiswa 1998, Presidium Nasional- PENA’98 (Perhimpunan Nasional Aktivis ‘98), Anggota Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat dari Simpul Bali, Pelaku & Penulis buku Mengapa Saya Bakar Gambar EsBeYe (Presiden SBY).
“On the Way” itulah kalimat yang akan muncul dari seorang pria muda, setiap kali dia dihubungi via telepon untuk bertemu. Terlepas dia memang benar ada dijalan atau malah masih kucek-kucek mata ditempat tidur. Selanjutnya dengan sigap laki-laki ini akan menanyakan posisi si penelpon seraya setelah mendapatkan info laki-laki ini akan menjawab “kebetulan saya dekat denagn posisi anda, bisakah kita bertemu lokasi anda sekarang?”. Jika orang tersebut mengiyakan maka dengan segera laki-laki ini bersiap menuju ke lokasi.
Ini bukan kisah seorang pria muda yang sedang kasmaran, atau kisah seorang ABG yang latah dengan bahasa OTW. Kisah diatas adalah sekelumit kisah seorang pria muda bernama Hendro (sang Founding father Bali Orange Communications yang dalam tulisan ini selanjutnya disebut sebagai BOC).
Tapi itu kisah dulu, sekitar tahun 2000-an tatkala BOC masih dirintis dengan modal komputer pas-pasan. Dan tentu saja kisah ini mencuat karena BOC waktu itu adalah sebuah usaha dengan alamat kantor pinjaman. Sejatinya tempat kerja mereka berawal dari warnet (karena Hendro bekerja part time sebagai penjaga warnet) lalu beralih ke kost-kostan. Inilah latar belakang kenapa BOC disering dikatakan sebagai Kantor “On the Way”. Karena tidak mungkin mengajak bertemu klien di kost-kost an yang menjadi kantor asli mereka.
Sungguh siasat yang unik dan cerdas dalam membangun usaha kreatif. Dengan skill web yang mumpuni tapi modal pas-pasan (malah hanya bermodal semangat serta kreatifitas) Hendra bersama para pioner BOC mampu menjaga citra mereka sehingga lambat laun BOC makin dipercaya banyak pihak untuk mengerjakan web-web mereka.
Bagaimana sekarang?
Kalau mempunyai waktu sempatkanlah untuk sekedar lewat daerah Sumerta Denpasar, tepatnya di Jalan Narakusuma no 11. Terletak disebelah timur jalan, akan terlihat sebuah rumah berornamen Bali yang “diklaim’ sebagai alamat kantor BOC, lalu mampirlah maka kita akan menemui sebuah kantor yang dipenuhi ornamen berwarna “orange”. Akan ditemui pula sekumpulan anak-anak muda dengan seragam bertuliskan “orange”.
Jangan berpikir bahwa kantor itu akan membuat anda berjarak dengan pekerjanya. Tentu saja tidak, kantor itu sangat “egaliter”, semua pegiatnya akan menyapa dan menemani tamunya untuk berbicang-bincang, terlebih kalo pegiatnya kebetulan santai maka dijamin kita akan ditemani ngobrol dari topi pembicaraan yang paling santai sampai paling serius. Tidak hanya tentang komputer dan web serta pernak perniknya, tapi pembicaraan sosial dan politik dari aras kanan sampai paling kiri juga akan diladeni.
Tentu saja mereka tidak akan pelit untuk sekedar menyuguhkan segelas kopi atau the (paling apes; air putih) bagi para tamunya, termasuk kalau beruntung, bila ada komputer nganggur -biasanya- anda akan diberikan untuk menggunakannya.
Saking egaliternya, pegiat BOC menyatakan bahwa itu adalah wisma BOC bukan kantor.
Cerita ini mungkin saja akan dipandang hyperbolic, bila tak mengenal sejarah BOC. Sejarah yang dipenuhi dengan liku-liku yang tajam. Memulai dari sebuah warnet, bermodalkan semangat dan hanya mengandalkan kreatifitas. Mengingat sosok Hendra bukanlah berlatarbelakang pendidikan komputer dan sejenisnya. Seseorang yang secara akademik bergelut dengan ilmu pertanian. Tentu saja kita dapat membayangkan bahwa hanya kreatifitas dan keuletanlah yang menjadi modal utama ditopang dengan perkawanan sebagai tim kerja.
Meski BOC secara lembaga relatif jauh lebih maju daripada keadaaan emula. Dengan kantor yang layak, pun fasilitas kerja yang lengkap mulai dari komputer, laptop berbagai merk dan segala perangkatnya termasuk wi-fi kelas tinggi, namun tetap saja BOC dengan seluruh pegiatnya menunjukan kesederhanaan.
Klien yang berlimpah bahkan cenderung klien “yang bonafit’ ternyata tidak memupus karakter egaliter mereka. Terbukti sampai saat ini pegiat BOC akan tetap menerima klien tanpa memandang ‘kelas”, termasuk selalu bersiap untuk membantu secara “prodeo”. BOC juga tak segan membantu penyelenggaraan kegiatan yang berhubungan dengan teknologi web bahkan sering menggelar pendidikan komputer dan web. Ini sebagai bentu CSR (corporate social Responcibility) dari BOC.
Saat ditanya apa yang menyebabkan BOC tetap egaliter? Dengan lugas Hendra akan menjawab” BOC lahir dari nol dari keadaan tidak berpunya. BOC bisa eksis karena semenjak dilahir -bahkan sebelum dilahirkan, dibantu oleh banyak pihak. Sehingga tidak ada alasan BOC untuk bersikap elit!”
Inilah cerminan sebuah lembaga yang ibarat pepatah kacang tidak lupa dengan kulit. Tidak melupakan sejarah dan selalu merefleksikan hidup dari sejarah. Mungkin hal ini tidak terlepas karena background Hendra dan beberapa pioner BOC yang mantan aktivis pergerakan mahasiswa.
Selamat BOC, semoga langgeng dan tidak berubah karakter.
Seperti tertuliskan di blog Pak Gendo : http://www.gendovara.com
Dalam rangka pengembangan dan peningkatan Sumber Daya Manusia Indonesia, khususnya Bali dalam bidang teknologi informasi, kami dari Bali Orange Communications berpartisipasi sebagai sponsorhip dalam kegiatan Kompetisi Ilmu Komputer yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Komputer Jurusan Ilmu Komputer Fakulitas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana. Ajang kegiatan ini selanjutanya disebut Bali Logic & Computer Competition II ( BLCC II ).
Latar Belakang
Komputer yang berkembang saat ini ternyat memiliki daya ketertarikan yang sangat tinggi untuk siswa/i di berbagai kalangan pendidikan baik SD, SMP, SMA (yang sederajat) di Bali. Untuk semakin meningkatkan minat siswa/i ini dalam bidang Komputer, maka salah satu cara yang akan di lakukan adalah dengan mengadakan suatu ajang Bali Logic & Computer Competition II ( BLCC II ), dimana dengan adanya kompetisi ini akan menjadi motivator bagi seluruh siswa untuk mengembangkan logika siswa dalam menganalisa dan mencari solusi suatu permasalahan komputer dalam menghadapi persaingan global serta tuntutan perkembangan teknologi.
Tema Kegiatan
Tema Bali Logic & Computer Competition II ( BLCC II ) adalah : ” Mengembangkan Diri dan Menjunjng Tinggi Sportivitas Dengan Bersaing Mengandalkan Kemampuan Berfikir Secara Sistematis dan Logis “.
Tujuan kegiatan
Tujuan dari diselenggarakan kegiatan ini adalah :
1. Menanamkan metode pembelajaran Ilmu Komputer secara konseptual ( memahami konsep dasar pembentukan program dalam computer ) melalui pengembangan logika pada siswa.
2. Melatih logika siswa dalam menganalisa dan mencari solusi suatu permasalahan computer.
3. Meningkatkan eksistensi ilmu Komputer sebagai dasar yang mutlak yang diperlukan dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih.
4. Sebagai motivator bagi siswa untuk mempelajari dan mendalami Komputer
5. Sebagai ajang untuk mempererat hubungan antara perguruan tinggi dengan pendidikan menengah untuk meningkatkan sumber daya manusia Indonesia.
Landasan kegiatan
1. Undang -Undang No. 25 th 2002 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. AD/ART HIMAKOM FMIPA UNUD
3. Program kerja HIMAKOM FMIPA UNUD
Peserta
Peserta dalam Bali Logic & Computer Competition II ( BLCC II ) Himpunan Mahasiswa Komputer Fakulitas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Udayana adalah siswa SD, SMP, dan SMA ( sederajat ), baik sekolah dalam negeri maupun swasta yang ada di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional Provinsi Bali.
Waktu dan Tempat Kegiatan
Pendaftaran BLCC II :
Tanggal : 21 Desember 2009 - 10 Februari 2010
Waktu : 09.00-15.00 WITA
Tempat : Sekretariat HIMAKOM, Gedugn BJ Lantai II , Kampus UNUD Bukit Jimbaran
Acara BLCC II :
Tanggal : 18 Februari 2010
Waktu : 08.00 WITA s/d Selesai
Tempat : Auditorium Widya Sabha, Universitas Udayana
Kontak Panitia :
Ary (083 118 878 77)
Vida (085 737 241 069)
Risma (085 239 180 666)
Jalan kaki memenuhi janji yang sedianya kurencanakan tanggal 30 Januari 2010, akhirnya kumajukan jadi tanggal 23 Januari 2010 kemarin. Jarak tempuh kurang lebih 80 km, tapi baru terlaksana 40an km dulu. Keburu ambruk di Payangan hehehe. Bakal ada jilid ke 2 lintas alam Payangan - Denpasar. Nanti 27 Februari 2010. Mau ikud ?
Terima kasih kepada sahabat-sahabatku yang baik hati, menemani jalan kaki.
Kata mbalelo itu bukan dari bahasa Indonesia, tetapi dari boso jowo, sering dunia politik di tanah air yang dikuasai para petruk dari beberapa rentang masa dan generasi ini mengusung istilah mbalelo dalam wacana emosionalnya yang khas. Arti mbalelo itu sendiri adalah tidak mengikuti petunjuk.
Masalah pertama : Semisalnya seorang babu yang disuruh sang Majikan membeli sebotol obat batuk hitam untuk mengobati anak sang majikan yang menderita batuk, namun sang babu yang mbalelo ini malah membelikan jenewer cap topi miring yang beralkohol 20% bagi sang Majikannya. Karena menurut hemat si babu toh jenewer cap topi miring itu juga minuman, esensinya adalah meminum bukan apa yang diminum dan tujuan meminum minuman tersebut. “ juragan…hmmm, obat batuk hitamnya habis, yang ada hanya ini, tapi yang ini lebih bagus lho gan…lebih ces pleng khasiatnya” ujar sang babu.
Baca lebih lengkap disini …
Kegiatan : Orang Tua Sehari untuk Anak Panti Asuhan | Parent for an orphan just for a day
Di berbagai belahan dunia, seluruh umat manusia bersuka cita merayakan suasana kasih sayang di hari valentine yang jatuh setiap tanggal 14 Febuari.
Tak terkecuali di Indonesia, banyak orang turut menyambut gembira datangnya hari kasih sayang ini meskipun sebenarnya mereka tidak mengerti apa itu hari kasih sayang dan mengapa kita harus merayakannya.
Rasa kasih itu bersifat universal, berlaku untuk semua orang tanpa memandang ras, suku, agama ataupun kelas - kelas yang berlaku di masyarakat umum. Semua orang berhak untuk dikasihi dan mengasihi. Luangkan lah waktu kita untuk sejenak mengasihi orang - orang yang tidak seberuntung kita.
BENTUK ACARA
Berangkat dari pemikiran yang sederhana, kami ingin mengajak anda untuk sejenak meluangkan waktu dan berbagi kasih kepada anak - anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari sebuah keluarga yang utuh walau hanya untuk satu hari saja.
Kami bekerjasama dengan Panti Asuhan Bala Keselamatan - Bali yang akan menyediakan sekitar 125 anak yang berusia antara 4 - 18 tahun untuk anda ajak menjadi bagian dari keluarga anda dalam waktu satu hari dan melakukan kegiatan seperti layaknya sebuah keluarga menghabiskan masa rekreasi bersama - sama.
Tanggal : 07 Febuari 2009
Waktu : 09.00 WITA - 20.00 WITA
Tempat : Sector Bar - Restaurant - Lounge & Event House
Jl. Hangtuah no.58 Sanur - Bali
KEGIATAN
Masing - masing anak akan dicarikan “orang tua untuk sehari” sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan jangka waktu yang sudah ditetapkan pihak panitia maka masing - masing orang tua asuh bertanggung jawab penuh terhadap anak - anak panti dan melakukan kegiatan - kegiatan bersama keluarga anda serta membawa mereka ke tempat - tempat hiburan yang sebelumnya sudah dikoordinasikan dengan pihak panitia.
Segala bentuk kegiatan dan tujuan wisata sepenuhnya merupakan hak dari orang tua asuh untuk menentukan sesuai kemampuan orang tua asuh masing - masing dengan dibantu pihak panitia agar tujuan dapat terlaksana dengan baik dan sesuai seperti yang diharapkan.
PERSYARATAN ORANG TUA
Kami selaku panitia sangat berharap agar tujuan mulia dari pelaksanaan kegiatan amal ini tidak dinodai dengan hal - hal yang merugikan bagi semua pihak, maka dari itu kami menetapkan beberapa persyaratan bagi anda yang berminat menjadi Orang tua asuh untuk sehari. Persyaratan ini tidak bisa di ganggu gugat demi kelancaran pelaksanaan acara ini. Beberapa persyaratan nya antara lain:
1. Pasangan suami - Istri
2. Berdomisili di Bali
3. Memiliki Pekerjaan tetap atau jenis usaha yang memiliki lokasi permanen
4. Tidak memiliki catatan kejahatan
5. Tempat tinggal yang jelas
6. Bertanggung jawab atas keselamatan & kesejahteraan anak selama berlangsungnya acara
PENYELENGGARA
Sector Bar-Restaurant-Lounge & Event House
JP Production Bali
Dialog Dini Hari
Gema INTI
Informasi lebih lanjut di :
Sponsorship
Grace Jeanie (Public Relations Manager)
Putu Kayobi (Public Relations Officer)
Balibeach Golf Course
Jl Hangtuah Sanur, Bali
Telp. 0361- 287733
Fax. 0361-285488
E. jeanie@balibeachgolfcourse.com or kayobi@sectorbarrestaurant.com
Pendaftaran Orangtua
Pendaftaran ditutup paling lambat tgl. 5 Febuari 2010, bagi anda yang berminat untuk menjadi orang tua asuh untuk sehari dan memenuhi semua persyaratan diatas dapat langsung mendaftarkan diri melalui :
Mita - mobile : 0361.9603654 (jam kerja : senin - sabtu, 09.00 - 21.00)
Email : ayudiniparamita@gmail.com
* Bali Orange Communications telah konfirmasi ke panitia untuk menjadi orang tua sehari untuk 2 anak panti asuhan. Kami mengajak institusi atau pasangan suami istri yang tertarik atas kegiatan ini untuk mendaftarkan langsung ke kontak informasi diatas.
Rasa itu indah menyitir hidupku
Bagai sihir yang tak masuk diakal
Berdiam diri dalam kalbu
Menghentak-hentak penuh gairah
Tapi tetap jauh untuk dimiliki
Rasa itu pernah bersama diwaktu lampau
Begitu sejuk bagai hujan di padang pasir
Tapi, rasa itu begitu cepat meninggalkanku
Akibat desiran angin dan entah menguap tanpa sebab
Begitu lama sang raja waktu berkuasa
Tapi tetap rasa itu bergejolak walaupun hanya riak yang terlihat
Tak disangka dan tak dinyana
Bagai petir disiang bolong
Rasa itu tercium kuat mendatangiku
Bangkitkan indera penciumanku
Yang tlah lama mengendap
Sang rasa pujaan jiwa perlahan-lahan melekat
Bersatu dengan ornamen panca inderaku
Melekat kuat tertutup rapat
Dan hanya aku saja yang bisa membaui
Walaupun angin diluar sana berhembus kencang
Semakin lama bercumbu dengan rasa
Semakin indah hidup ini
Semakin itupula tanpa sadar
Ia lolos menerabas lepas
Membawa serta masuk bau busuk menyengat
Bau yang sebelumnya belum pernah kurasa
kini terjebak abadi dalam panca inderaku
bercampur dengan sang rasa
Kini bercampur sudah bau busuk dan sang rasa
Menyengat, menusuk dan merubah selera
menjadi hal yang serba tidak enak
Beragam gejolak berkecamuk dalam nurani
antara menghanguskan rasa dan bau itu
atau tetap mempertahankannya
dengan resiko merusak panca indera
sepanjang masa …
Seperti jutaan orang di seluruh dunia saya telah terkejut oleh peristiwa mengerikan di Haiti.
Kini laporan menunjukkan sebanyak 50.000 orang mungkin telah meninggal, dengan ratusan ribu kehilangan tempat tinggal.
Pekerjaan kedepan untuk pemulihan dari tragedi ini adalah sangat besar. Jadi di sini tujuan kami: $ 890 juta untuk Haiti. Itulah Haiti berutang kepada Dana Moneter Internasional, Inter-American Development Bank, dan sejumlah pihak lain.
Menandatangani petisi di bawah ini ditujukan kepada badan kreditor untuk bertindak cepat dan membatalkan hutang Haiti:
http://one.org/international/actnow/haiti/index.html?rc=haitipaste
Bersama sebagai SATU kita dapat membuat perubahan!
Terima kasih!.
Sabtu yang cerah, sinar matahari pukul 10 pagi terang benderang mengantar saya kerumah Pak Vaughan Hatch (Mr. Von) untuk meeting bahas mockup website yang sedang kita (BOC) kerjakan. Asiknya, disela-sela serius membahas website, kita pun berbincang tentang isu-isu Bali terkini. Meski Pak Von ini bule asal New Zealand, 12 tahun telah membuat beliau fasih berbahasa Indonesia maupun bahasa Bali. Disamping pintar, mungkin beristrikan wanita Bali (Mrs. Evi) semakin mempertajam kemampuannya berbahasa.
Pak Von dan Mbak Evi cukup lama mendalami ilmu Balinese Gamelan untuk pertunjukan gamelan dan membuka kursus privat untuk belajar tari Bali. Mereka mempunyai grup tari dan gamelan bernama Mekar Bhuana yang sering unjuk kebolehan tampil diberbagai acara kesenian di Bali dan internasional. Tahun kemarin, mereka tampil di the Esplanade Theatres, Singapore dalam sebuah acara festival musik.
Pak Von kali ini bercerita tentang kondisi hidup di kampung daerah Penyaringan, Sanur dan respon masyarakat sekitar terhadap bahaya rabies. Setelah berbicara dengan masyarakat sekitar, Pak Von mempunyai analisa tentang sulitnya memberantas penyakit Rabies yang ditularkan melalui si Guk Guk. Bahkan kabar terakhir, hewan pengerat bisa menjadi pembawa penyakit Rabies dan menularkan melalui gigitan ke manusia. Wow.
Sebetulnya, rabies bisa segera dituntaskan jika cara pandang masyarakat disini berubah. Mereka masih membiarkan si Guk Guk berkeliaran karena masih berkaitan dengan hal niskala (alam ghaib). Jika terjadi sesuatu secara niskala, si Guk-Guk akan menyalak sebagai pertanda kepada tuan rumah untuk waspada. Padahal, jika dibiarkan berkeliaran, si Guk Guk yang tengah terjangkiti rabies berpotensi untuk menyerang orang. Akan berbeda jika si Guk Guk diikat disekitar rumah. Kemudian, hal menarik lainnya adalah tentang keamanan. Si Guk Guk dibiarkan berkeliaran untuk menakut-nakuti orang-orang yang tidak dikenal agar tidak berbuat onar, misal ngutil atau maling.
Jika memang tikus telah terbukti sebagai perantara rabies, maka si Guk Guk yang telah mati bisa berpotensi dimakan oleh tikus itu sendiri, dan selanjutnya berpotensi gigit manusia. Jadi, permasalahan penanggulangan rabies bakal sulit jika pengaruh budaya masih dipertahankan oleh masyarakat Bali.
Pak Von pun menceritakan kekawatiran ibunya yang tinggal di New Zealand. Sang ibu berpikir berkali lipat untuk pergi ke Bali karena terjadi kekawatiran bahaya rabies. Ini hanya tanggapan dari satu orang, belum lagi dengan calon wisatawan lainnya. Pariwisata tidak pernah lepas dari isu keamanan, politik dan kesehatan.
Di sela-sela pertemuan itu, putra Pak Von bernama Semara selalu terlihat aktif disekitar saya. Termasuk unjuk kebolehan memainkan gamelan bersama bapaknya. Bagi saya, agak terlihat unik karena seorang bule dan anak blasteran itu memainkan alat-alat musik asli dari Bali. Semara sudah mampu membunyikan irama gamelan secara dinamis dan sepertinya sudah menjadi satu dengan feelingnya. Luar biasa. So, bagaimana dengan kita ? Bule aja bisa bermain musik gamelan, masa kita lebih tertarik ke piano ?. Ya, itu soal kesukaan sih.



Permaisuri adalah istri dari Raja yang bertakhta dan berkuasa. Jika Raja tersebut memiliki lebih dari satu istri, Permaisuri adalah istri Raja yang utama.
Sang Raja memerintah sebuah kerajaan besar bernama Negari Santun, sedangkan Ibu Suri (permaisuri) mempunyai banyak kegiatan yang konon bakal banyak mendatangkan manfaat bagi sang Raja.
Konon di kerajaan tetangga, telah terjadi hiruk pikuk acara pemilihan Raja baru. Kerajaan tetangga itu bernama Negari Silau. Di Negari Silau telah banyak calon-calon Raja baru yang bakal menarik simpati rakyat. Meski belum jadi Raja, calon-calon itu sudah percaya diri menggunakan istilah Calon Raja Negari Silau. Semua kegiatan yang bernuansa sosial digencarkan, tujuannya adalah menarik simpati.
Sang Ibu Suri dari Negari Santun tidak ingin ketinggalan acara tersebut. Ibu Suri meleburkan diri menjadi tim sukses salah satu calon Raja Negari Silau. Beragam kegiatan diikutinya, sehingga Ibu Suri ini terkenal dikalangan para punggawa salah satu calon Raja Negari Silau.
Semua kegiatan Ibu Suri di Negari Silau tanpa didampingi oleh Sang Raja Negari Santun karena Sang Raja itu tengah berjuang dan berperang melawan musuh di pucuk batas wilayah kerajaan. Kecuali Sang calon Raja Silau, semua punggawa Calon Raja Silau belum pernah berjumpa/berkenalan langsung dengan Sang Raja Santun.
Pernah seorang Hulubalang calon Raja Negari Silau berkirim surat ke Ibu Suri guna mengambil peralatan kampanye. Ibu Suri memerintahkan sang hulubalang untuk ambil sendiri peralatan tersebut di suatu tempat. Sang Hulubalang membalas dengan isi surat “Siap Ibu Suri, saya akan ambil alat itu besok saja”. Sang Ibu Suri menyetujui dan menyatakannya dalam surat balasan “Oke Hulubalang, siap laksanakan !”.
Gerak-gerik Ibu Suri dan semua punggawa calon Raja Silau telah diawasi oleh seorang Ahli nujum, namun ada satu hal yang masih membingungkan untuk dilaporkan ke Sang Raja Santun. Kepada siapakah sebutan Ibu Suri itu dialamatkan oleh si Hulubalang ?

26 Desember 2009 – Desa Bila, Kab. Buleleng
Sebuah renungan dari Rapat Akhir Tahun 2009 Bali Orange Communications.
Tiba waktunya untuk lakukan rapat tahunan 2009. Ajang yang saya pakai untuk evaluasi dan eksplorasi ide guna strategi usaha Bali Orange Communications (BOC) sebagai salah satu perusahaan hosting Indonesia, domain name dan web development yang berbasis di Bali.
Rapat atau disebut juga pertemuan rutin mempunyai banyak manfaat bagi seorang wirausahawan yang memulai semuanya dari nol dan tanpa ada panduan dalam membesarkan sebuah perusahaan. Disana akan menemukan banyak permasalahan hingga akhirnya mendapatkan solusi yang praktis dalam manajerial perusahaan. Sistem dan pola manajerial secara perlahan lahir disitu. Itulah yang terjadi didalam BOC.
BOC berdiri hanya berbekal sebuah contoh proposal web desain dari perusahaan teknologi informasi yang telah bangkrut. Alat bantu berupa komputer yang digunakan untuk pemrograman dan desain pada awalnya nebeng milik teman. Semua infrastruktur yang ada sekarang murni bermodalkan dengkul dan otak. Tanpa bantuan dari pihak lain, misal modal pribadi, bank ataupun rentenir. Setiap keuntungan dari proyek, ditabung dan dibelanjakan untuk kebutuhan kantor, misal: laptop, PC, furniture, sewa rumah, motor, mobil, dll.
Hadirnya sistem untuk kelola pelanggan, web server, sistem domain name, kontrak, strategi marketing, surat menyurat dll semuanya lahir dari pemikiran-pemikiran dalam rapat tersebut. Beragam pro kontra terjadi ketika strategi mengemuka yang semuanya bertujuan untuk mendongkrak penjualan.
Kadangkala berbagai pengalaman tidaklah cukup dijadikan dasar dalam meloloskan strategi baru. Pertanyaan silih berganti datang beri komentar atas strategi baru itu. Itu lumrah karena strategi itu belum diterapkan, jadi hasilnya pun belum nampak. Bagi saya, pertanyaan-pertanyaan itu adalah ujud dari kekawatiran. Kadangkala bagus sebagai pengingat atas ide-ide gila yang bakal terjadi dalam strategi itu. Tetapi akan menghambat kemajuan sebuah usaha jika kita terus merasa kawatir.
Ada satu hal yang saya fahami dalam menjalankan roda usaha, yaitu menepis rasa kawatir yang berlebihan menjadi sebuah tindakan nyata (action). Hal itu sama seperti mengubah pola pikir (mindset) kita dari rasa kawatir ke rasa optimis. Jikalau kita tidak segera menepis rasa kawatir itu, dipastikan roda usaha akan berjalan lambat. Kadangkala pula, rasa kawatir itu terpicu karena kita pandai sekali berhitung. Terlalu banyak hitungan, maka blunder. Maka untuk memupus rasa kawatir, dibutuhkan rasa percaya diri tinggi dan kemauan untuk berubah dari zona lambat ke zona kemajuan.
Itulah oleh-oleh rapat tahunan 2009 kali ini. Semoga rasa percaya diri dan optimis akan semakin membuat Bali Orange Communications menjadi perusahaan yang sehat dan berkualitas. Amin.